.:. Kata-Kata Mutiara Hari Ini: "Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu... Silahkan kesah, kau bukan takdirku... Mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku dan Allah adalah kasihku... Maafkan segala kesalahan...Bila Allah mengampuni dosa-dosamu, kamu pasti bertobat...Bila Allah menerimamu, kamu pasti bertaqarrub dengan ikhlas kepada-Nya...Bila Allah mengingatmu, kamu pasti berdzikir kepada-Nya...Bila Allah menunjukkan kemuliaan-Nya padamu, kamu pasti merasa hina-dina dihadapan-Nya...Bila Allah hendak mencukupimu, pasti kamu merasa faqir kepada-Nya...Bila Allah menunjukkan kekuatan-Nya padamu, pasti engkau lemah tidak berdaya...Bila Allah menunjukkan kekuasaan-Nya, pasti engkau tak memiliki kemampuan apa-apa...Bila Allah mencintaimu, kamu pasti mencintai-Nya...Bila Allah meridhoimu, engkau pasti ridho terhadap apapun ketentuan-Nya...Bila Allah mengangkat derajatmu, engkau selalu memasuki pintu-pintu taatmu...Bila Allah menghinamu, kamu pasti bermaksiat dan menuruti hawa nafsumu...Taat itu lebih utama dibanding pahalanya...Doa itu lebih utama dibanding ijabahnya...Istiqomah itu lebih utama dibanding karomahnya...Berjuang itu lebih utama dibanding suksesnya...Sholat dua rekaat itu lebih utama ketimbang syurga seisinya...Bertobat itu lebih utama ketimbang ampunan...Berikhtiar itu lebih utama ketimbang hasilnya...Bersabar itu lebih utama ketimbang hilangnya cobaan...Dzikrullah itu lebih utama dibanding ketentraman hati...Wirid itu lebih utama ketimbang waridnya...Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia " .:. ~~

Get Updates Via Email

Dapatkan update terbaru

dari Blog SufiUnderground langsung ke
Email anda!

Jangan Salah Duga Dengan Limpahan Materi

Semua perintah agama dan anjuran Allah Rabbul ‘Izzah harus kita songsong dengan penuh keyakinan, gembira, kita patuhi dan kita jalankan penuh ikhlas. Keyakinan itulah yang mengahantarkan kita dapat naik kepada kesadaran ruhani yang lebih tinggi. Hati kita akan lebih terikat kepada Allah dan kebergantungan kita pada-Nya akan semakin kuat. Sehingga kita dapat terselamatkan (merdeka) dari musuh-musuh (nafsu dan setan; red) yang ingin memperbudak kita pada diri, harta dan dunia.

Penjelasan diatas jangan disalah pahami bahwa kita tidak boleh mencari kekayaan, harta atau kedudukan. Juga jangan disalah pahami bahwa kita tidak boleh menjadi orang yang melimpah secara materi atau menduduki jabatan tinggi. Tidak ! Jangan disalah pahami !

Kita dapat melihat para milyurner yang barada disekeliling Nabi Muhammad Saw. Para Milyuner di sekitar Rasulullah Beberapa Sahabat Rasulullah,antara lain :

1.  Abu Bakar r.a.
Ibnu Umar r.a. mengatakan, diawal keislaman Abu Bakar menghabiskan dana sekitar 40.000 Dirham untuk memerdekakan budak. Jika harga 1 Dirham Perak saat ini adalah Rp. 67.500, itu artinya yang dibayar oleh beliau setara dengan Rp 2,7 Miliar. 

2.  Umar bin Khaththab r.a.
Di dalam Kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar ra. telah mewasiatkan 1/3 hartanya yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi nilai 120.000 (dinar atau dirham). Jika dengan nilai sekarang, setara dengan Rp. 284,4 Milyar (dinar) atau Rp. 8,1 Milyar (dirham).

3.  Utsman bin Affan r.a.
Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta, setara dengan nilai Rp. 3 Milyar, serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas, yang setara dengan Rp. 2,37 Milyar.

Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman r.a. masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham (setara dengan Rp. 2,05875 Trilyun) dan 100.000 dinar (setara dengan Rp. 237 Milyar).

4.  Abdurrahman bin ‘Auf r.a.
Ketika menjelang Perang Tabuk, Abdurrahman bin ‘Auf mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 Uqiyah Emas atau setara dengan Rp. 3,5 Milyar. Menjelang wafatnya, beliau mewasiatkan 50.000 dinar untuk infaq fi Sabilillah, atau setara dengan nilai Rp. 118,5 Milyar.

Dari Ayyub (As-Sakhtiyani) dari Muhammad (bin Sirin), memberitakan ketika Abdurrahman bin Auf r.a. wafat, beliau meninggalkan 4 istri. Seorang istri mendapatkan warisan sebesar 30.000 dinar emas. Hal ini berarti keseluruhan istri-nya memperoleh 120.000 dinar emas, yang merupakan 1/8 dari seluruh warisan.

Dengan demikian total warisan yang ditinggalkan oleh Abdurrahman bin Auf ra, adalah sebesar 960.000 dinar emas, atau jika di-nilai dengan nilai sekarang setara dengan Rp. 2,2752 Trilyun.

5.  Abdullah ibnu Mas’ud r.a.
Menurut Zurr bin Hubaisy Al-Kufi, Ibnu Mas’ud ra. ketika meninggal dunia mewariskan harta senilai 70.000 dirham, atau saat ini senilai Rp. 4,725 milyar.

6.  Hakim bin Hizam r.a.
Urwah bin Az-Zubair berkata bahwa Hakim bin Hizam telah mensedekahkan 100 unta, atau saat ini senilai dengan Rp. 1 Milyar.

7.  Thalhah bin Ubaidillah r.a.
Menurut Musa bin Thalhah, Thalhah bin Ubaidillah ketika meninggal mewariskan harta berupa 200.000 dinar emas, atau saat ini senilai Rp. 474 Milyar.

8.  Sa’ad bin Abi Waqqash r.a.
Menurut Aisyah binti Sa’ad, ketika Sa’ad bin Abi Waqqash r.a.meninggal dunia, beliau mewariskan 250.000 dirham, atau pada saat ini senilai Rp. 16,875 Milyar.

9. Ibnu Umar r.a.
Ibnu Umar pernah menjual tanahnya seharga 200 ekor unta. 
Lalu, separuhnya dia gunakan untuk membekali pasukan mujahid. Jika satu ekor unta saat ini senilai 4.000 riyal dan 1 riyal = Rp. 2.500, maka jumlah yang telah di-sumbangkan Ibnu Umar adalah sebesar Rp. 1 Milyar (50% x 200 x 4000 x Rp. 2500).


Allah Swt menggambarkan para milyuner tersebut dalam firman-Nya:

فِي بُيُوْتٍ  أ َذِنَ اللهُ  أ َنْ تُرْفَعَ  وَ يُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُه‘ يُسَبِّحُ  لَه‘ فِيْهَا بِالْغُدُوِّ وَ الْأ َصَالِ،  رِجَالٌ  لاَ تُلْهِيْهِم ْ تِجَارَةٌ  وَ لاَ بَيْعٌ  عَنْ ذِكْرِ اللهِ  وَ إِقَامِ الصَّلاَةِ  وَ إِيْتَاءِ  الزَّ  كَاةِ  يَخَافُوْنَ  يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ  الْقُلُوْبُ  وَ الْأ َبْصَارُ، لِيَجْزِيَهُمُ اللهُ  أ َحْسَنَ  مَا عَمِلُوْا وَ يَزِيْدَهُمْ  مِنْ فَضْلِه  وَ اللهُ يَرْزُقُ  مَنْ َيشَاءُ  بِغَيْرِ  حِسَابٍ  (النّور (۲٤):٣٦- ٣٨ )
Bertasbih kepada Allah di mesjid-mesjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (Q.S. An-Nur (24): 36-38).

Dari sini jelas terlihat, seorang muslim diperbolehkan bercita-cita menjadi orang kaya dengan niat untuk memperkuat agamanya. Rasulullah bersabda:
لَا بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النَّعِيمِ
“Tidak ada masalah dengan kekayaan bagi orang yang bertaqwa. Kesehatan itu lebih baik dari pada kekayaan bagi orang yang bertaqwa. Dan jiwa yang bagus merupakan kenikmatan.” (HR. Ibnu Majah: 2132, Ahmad: 22076 dari Ubaid bin Mu’adz, di-shahih-kan oleh Al-Hakim dalam Mustadrak: 2131 (2/3) dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).

Dan Rasulullah berpesan kepada umatnya, agar menghindari dari kefaqiran, dan untuk hal itu beliau mengajarkan doa, sebagaimana bunyi hadits berikut : Dari Abu Hurairah r.a. :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ
Bahwa Nabi berdo’a: “Ya Allah,aku berlindung kepada-Mu dari kefaqiran, sedikit harta benda, dan kehinaan,dan aku berlindung kepada-Mu daripada menzhalimi orang lain atau dizhalimi.”(HR. Abu Dawud: 1320, An-Nasa’i: 5365).

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. bahwa Rasulullah berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, ‘iffah (menjaga diri dari perkara haram), dan kekayaan.” (HR.Muslim: 4898, At-Tirmidzi: 3411 dan Ibnu Majah: 3822)

Dalam perspektif sufistik terdapat dua cara orang dalam mengatur dunianya. Yaitu, mengatur dunia untuk dunia semata dan mengatur dunia untuk akhirat.

Yang pertama, adalah merancang cara mengumpulkan dunia dengan rasa bangga dan cinta kepadanya. Setiap kali dunianya bertambah, bertambah pula kelalaiannya terhadap akhirat, bertambah juga keterbuaiannya dan keterperosokannya dalam maksiat.

Dalam kitab At-Tanwiyr fii isqaathittadbiyr, Imam Ibnu ‘Atha’illah berujar: “Orang yang merisaukan urusan dunia dan lupa berbekal untuk akhiratnya adalah seperti orang yang diserang seekor singa. Singa buas itu nyaris memangsanya, namun ketika lalat hinggap ditubuhnya, ia sibuk mengurusi lalat itu dan lupa melindungi dirinya dari singa. Ia layak disebut orang yang dungu tak berakal. Jika punya akal, pasti ia berusaha agar terhindar dari terkaman singa dan tidak akan memikirkan seekor lalat yang menghinggapinya.” 

Sementara yang kedua (mengatur dunia untuk akhirat) seperti orang yang mengelola dagangannya agar dapat makan dari hasil yang halal dan baik, agar bisa berinfak kepada fakir miskin, agar bisa menyambung tali silaturrahim, agar bisa menjaga diri untuk tidak mengemis kepada orang lain. Tandanya, ia tidak sibuk memperkaya diri, tidak menomorsatukan dunia, selalu membantu penderitaan sesama dan perjuangan umat Islam, serta memudahkan orang-orang yang tengah terhimpit penderitaan. Begitulah gambaraan keadaan seorang yang bersama Allah.

Jika diibaratkan sama seperti majikan yang memiliki sebuah kebun. Ia memerintahkan budaknya untuk bercocok tanam, bertani dan menjaganya. Jika budak itu menuruti perintahnya, tentu sang majikan tidak akan mencelanya dan tidak akan melarangnya memakan buah dari kebun itu. Ia dibolehkan makan di sana karena ia bekerja di sana. Sama halnya, seorang hamba pun dibolehkan untuk mengambil dengan tujuan agar ia kuat mengabdi. Ia tidak boleh makan hanya untuk bersenang-senang dan memuaskan seleranya semata. Wallaahu a’lamu bishshowaabi 

comment 0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan beri komentar dan komentarnya jangan bernada spam ya.

 
© 2010 SUFI UNDERGROUND powered by Blogger
Template by Fresh Blogger Templates | Blogger Tutorial | Re-Designed by: X-Lab Project