.:. Kata-Kata Mutiara Hari Ini: "Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu... Silahkan kesah, kau bukan takdirku... Mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku dan Allah adalah kasihku... Maafkan segala kesalahan...Bila Allah mengampuni dosa-dosamu, kamu pasti bertobat...Bila Allah menerimamu, kamu pasti bertaqarrub dengan ikhlas kepada-Nya...Bila Allah mengingatmu, kamu pasti berdzikir kepada-Nya...Bila Allah menunjukkan kemuliaan-Nya padamu, kamu pasti merasa hina-dina dihadapan-Nya...Bila Allah hendak mencukupimu, pasti kamu merasa faqir kepada-Nya...Bila Allah menunjukkan kekuatan-Nya padamu, pasti engkau lemah tidak berdaya...Bila Allah menunjukkan kekuasaan-Nya, pasti engkau tak memiliki kemampuan apa-apa...Bila Allah mencintaimu, kamu pasti mencintai-Nya...Bila Allah meridhoimu, engkau pasti ridho terhadap apapun ketentuan-Nya...Bila Allah mengangkat derajatmu, engkau selalu memasuki pintu-pintu taatmu...Bila Allah menghinamu, kamu pasti bermaksiat dan menuruti hawa nafsumu...Taat itu lebih utama dibanding pahalanya...Doa itu lebih utama dibanding ijabahnya...Istiqomah itu lebih utama dibanding karomahnya...Berjuang itu lebih utama dibanding suksesnya...Sholat dua rekaat itu lebih utama ketimbang syurga seisinya...Bertobat itu lebih utama ketimbang ampunan...Berikhtiar itu lebih utama ketimbang hasilnya...Bersabar itu lebih utama ketimbang hilangnya cobaan...Dzikrullah itu lebih utama dibanding ketentraman hati...Wirid itu lebih utama ketimbang waridnya...Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia " .:. ~~

Get Updates Via Email

Dapatkan update terbaru

dari Blog SufiUnderground langsung ke
Email anda!

JEJAK LAHIR TAREKAT

Oleh: Ahmad Nabhani
Carl W. Ernst dalam buku The Sambala Guide to Sufism  (shambala; Boston dan London, 1997) menuturkan tentang asal-usul lahirnya sebuah tarekat. Ia menyebutkan,  “What was at first a fairly private movement of like-minded people in the early Islamic centeris eventually grew into a major social force that permeated most Muslim societies” 

Pada awalnya tarekat itu merupakan bentuk praktik ibadah yang diajarkan secara khusus kepada orang tertentu. Misalnya, Rasulullah mengajarkan wirid atau zikir yang perlu diamalkan oleh Ali  bin  Abi Thalib. Atau, Nabi Muhammad Saw memerintahkan kepada sahabat A untuk banyak mengulang-ulang  lafal tahlil dan tahmid. Pada sahabat B, Nabi Muhammad Saw memerintahkan untuk banyak membaca ayat tertentu dari surat dalam Al-Quran. Ajaran-ajaran khusus Rasulullah itu disampaikan sesuai dengan kebutuhan penerimanya, terutama berkaitan dengan faktor psikologis.

Pada tahapan selanjutnya, ajaran khusus Rasulullah itu lantas disebarkan secara khusus pula oleh beberapa sahabat penerima. Meski tak semua orang dianggap pantas menerima ajaran tertentu tersebut, namun biasanya jumlah penerima selalu bertambah. Hingga akhirnya menjadi komunitas tertentu, perkumpulan khusus, atau lahir sebuah tarekat.  Marsahal Hodg-son mengatakan, “A tradition of intensive interiorization reexteriorized its results and was finally able to provide an important basis for social order.” 

Jika proses lahirnya sebuah tarekat hanya merupakan proses nyambung-menyambung pada dari suatu ajaran khusus, lantas apa peran orang yang disebut sebagai pendiri tarekat? Mengapa orang semisal Naqsabandi, Jalaluddin Rumi dan Asy-Syadzili disebut sebagai pendiri jika peran mereka sekadar sebagai salah satu dari rangkaian silsilah ajaran?

Untuk membuat gambaran yang gamblang tentang kontribusi yang mereka perankan sehingga pantas di sebut sebagai pendiri tarekat, agaknya perlu kita bawa kepada kasus disekitar kita. Di Indonesia ada berpuluh-puluh pondok pesantren, pondok Darus Salam Gontor dan pondok Lirboyo adalah diantaranya. Dua pondok ini masing-masing memiliki ciri khas. Meski keduanya sama-sama mengajarkan tentang agama Islam, namun metode yang digunakan berbeda.

Kedua pondok tersebut juga memiliki tekanan ajaran yang berbeda. Gontor terkenal dengan penekanan pada kemampuan bercakap dengan bahasa Arab dan Inggris. Lirboyo, meski giat mengajarkan bahasa arab, namun bukan pada kemampuan percakapan yang diutamakan. Lirboyo kuat dalam bahasa penguasaan grammer atau tata bahasa, ia mendidik muridnya untuk ahli dalam ilmu nahwu dan sharaf.

Perbedaan antara satu tarekat dengan tarekat lain diantaranya adalah seperti perbedaan antara satu pondok lain. Tarekat tertentu mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengajarkan zikir jahir  (berzikir dengan suara keras). Tarekat lain lebih menyukai menggunakan zikir khafi  (berzikir dengan suara pelan).

Fungsi seorang pendiri tarekat adalah memberikan ciri khas pada tarekatnya dan membangun komunitas. Mereka mengembangkan atau membangun ajaran dan praktik ibadah yang berbeda dengan tarekat lain. Mereka  merumuskan dan mengajarkan suatu metode mendekatkan diri  kepada Allah yang tak sama dengan metode tarekat lain. Karena peranan inilah mereka disebut sebagi pendiri tarekat tertentu.

Menurut Ernst, nama-nama tarekat itu lahir setelah munculnya figure terkenal dalam jaringan pengalaman ritual tertentu, yang ketokohan mereka mampu membuat  organisasi tarekat itu identik dengan namanya. Tarekat Suhrawardiyah diberi nama berdasarkan tokoh Abu Hafs as-Suhrawardi, Tarekat Ahmadiyah mengambil nama tokoh Ahmad al-Badawi, dan Tarekat Syadziliyah mengikuti Abu al-Hasan asy-Syadzili.

“The founders are generally those masters who have codified and institutionalized the distinctive teachings and practices of the orders, although in many cases their reputations as saints go far beyond the circle of initiates”, ujar Ernst. Dan tarekat dalam definisi Carl W. Ernst adalah a group of people living together under a common discipline.

comment 0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan beri komentar dan komentarnya jangan bernada spam ya.

 
© 2010 SUFI UNDERGROUND powered by Blogger
Template by Fresh Blogger Templates | Blogger Tutorial | Re-Designed by: X-Lab Project