.:. Kata-Kata Mutiara Hari Ini: "Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu... Silahkan kesah, kau bukan takdirku... Mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku dan Allah adalah kasihku... Maafkan segala kesalahan...Bila Allah mengampuni dosa-dosamu, kamu pasti bertobat...Bila Allah menerimamu, kamu pasti bertaqarrub dengan ikhlas kepada-Nya...Bila Allah mengingatmu, kamu pasti berdzikir kepada-Nya...Bila Allah menunjukkan kemuliaan-Nya padamu, kamu pasti merasa hina-dina dihadapan-Nya...Bila Allah hendak mencukupimu, pasti kamu merasa faqir kepada-Nya...Bila Allah menunjukkan kekuatan-Nya padamu, pasti engkau lemah tidak berdaya...Bila Allah menunjukkan kekuasaan-Nya, pasti engkau tak memiliki kemampuan apa-apa...Bila Allah mencintaimu, kamu pasti mencintai-Nya...Bila Allah meridhoimu, engkau pasti ridho terhadap apapun ketentuan-Nya...Bila Allah mengangkat derajatmu, engkau selalu memasuki pintu-pintu taatmu...Bila Allah menghinamu, kamu pasti bermaksiat dan menuruti hawa nafsumu...Taat itu lebih utama dibanding pahalanya...Doa itu lebih utama dibanding ijabahnya...Istiqomah itu lebih utama dibanding karomahnya...Berjuang itu lebih utama dibanding suksesnya...Sholat dua rekaat itu lebih utama ketimbang syurga seisinya...Bertobat itu lebih utama ketimbang ampunan...Berikhtiar itu lebih utama ketimbang hasilnya...Bersabar itu lebih utama ketimbang hilangnya cobaan...Dzikrullah itu lebih utama dibanding ketentraman hati...Wirid itu lebih utama ketimbang waridnya...Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia " .:. ~~

Get Updates Via Email

Dapatkan update terbaru

dari Blog SufiUnderground langsung ke
Email anda!

Membangun Kepribadian Ala Sufi

Setiap orang dikenali dengan identitas masing-masing,tetapi pengenalan kita terhadap seseorang sering tidak utuh sehingga "siapa dia" yang sebenarnya sesungguhnya tidak dikenali. Ada seorang istri yang sudah hidup serumah dengan suaminya selama belasan tahun,tetapi tetap belum mengenali suaminya secara utuh, dan kemudian pada usia perkawinannya yang ke-20 ia dibuat kaget setelah mengenal "siapa" sebenarnya suaminya itu. “Siapa” dia seutuhnya dari seseorang itu lah yang biasanya disebut disebut sebagai kepribadian, atau syahshiyah, atau personality. Manusia sebagai makhluk yang berpikir dan merasa memang bisa dibentuk kepribadiannya melalui proses pendidikan,atau tepatnya, bahwa corak perjalanan hidup seseorang sangat besar peranannya dalam membentuk kepribadiannya.


Kepribadian seseorang terbangun oleh tempramen dan karakter yang dimilikinya. Temperamen merupakan corak reaksi seseorang terhadap berbagai rangsangan yang berasal dari lingkungan dan dari dalam diri sendiri. Tempramen berhubungan erat dengan kondisi bio-psikologi seseorang, oleh karena itu sulit untuk diubah dan bersifat netral terhadap penilaian baik-buruk. Sedangkan karakter berkaitan erat dengan penilaian baik-buruknya tingkah laku seseorang didasari oleh bermacam-macam tolok ukur yang dianut masyarakat. Karakter terbentuk melalui perjalanan hidup seseorang, oleh karena itu dia dapat berubah. Jika temperamen tidak mengandung implikasi etis, maka karakter justru selalu menjadi objek penilaian etis. Terkadang orang memiliki tempramen yang berbeda dengan karakternya. Ada orang yang tempramennya buruk, padahal karakternya baik. Jika tempramennya sedang bekerja maka pada umumnya bertingkah laku negatif, tetapi setelah reda nanti ia menyesali dan malu atas apa yang dilakukannya meski pun nati juga akan terulang kembali. Sedangkan orang yang karakternya buruk tetapi tempramennya baik, ia dapat menyembunyikan keburukannya dihadapan orang.  Yang paling merepotkan adalah orang jahat yang temprampennya buruk.

Karakter yang sudah menetap akan membentuk sebuah kepribadian. Menurut Sigmund Freud, kepribadian manusia berdiri diatas tiga pilar,id, Ego, dan super Ego, unsur hewani, akali dan moral. Perilaku menurut Freud merupakan interaksi dari tiga pilar tersebut. Tetapi kesimpulan Freud manusia adalah Homo Volens, yakni makhluk berkeinginan yang tingkah lakunya dikendalikan oleh keinginan-keinginan yang terpendam didalam alam bawah sadarnya –satu kesimpulan yang merendahkan martabat manusia.

Dalam pandangan Islam , sikap kepribadian merupakan interaksi dari kualitas-kualitas nafs, qalb ,'aql dan bashirah,interaksi antara jiwa ,hati, akal dan hati nurani . Kepribadian ,disamping bermodal kapasitas fitrah bawaan sejak lahirdari warisan genetika orang tuanya ,ia melalui bentuk proses panjang riwayat hidupnya, proses internalisasi nilai pengetahuan dan pengalamam dalam dirinya. dalam perspektif ini maka keyakinan agama yang ia terima dari pengetahuan maupun dari pengalaman masuk dalam sruktur kepribadian seseorang. seorang muslim dengan kepribadian muslimnya yang prima. Tidak bisa merasakan enaknya daging babi,meskipu ia memasak dengan standar seleranya. Seseorang dengan kepribadianya muslimnya yang prima juga tidak bisa menikmati keindahan aurat yang terbuka. Demikian juga ia selalu terjaga dari tidur nya yang nyenyak jika ia belum menjalankan salat isya.

Sudah barang tentu kualitas sikap kepribadian muslim setiap orang berbeda-beda. Kualitas kepribadian muslim juga tidak mesti kontan, terkadang kuat, utuh dan prima, tetapi kala yang lain bisa saja terdistorsi oleh pengaruh di luar kenyakinan agamanya. Konseling agama ,misalnya, adalah dimaksud untuk menghidupkan getaran batin iman dari orang yang sedang terganggu kejiwaannya hingga kepribadiannya tidak utuh, agar dengan getaran batin imam itu sistem nafsani-nya bekerja kenbali membentuk sinergi yang melahirkan perilaku positif. Dalam keadaan tertentu motivasi agama merupakan kekuatan yang sangat besar dalam menggerakkan perilaku, sama halnya juga dalam keadaan tertentu, motivasi biologis (lapar misalnya) sangat besar pengaruhnya dalam tingkah laku manusia.

Seseorang disebut memiliki kepribadian Muslim manakala ia dalam mempersepsi sesuatu, dalam bersikap terhadap sesuatu dan dalam melakukan sesuatu dikendalikan oleh pandangan hidup Muslim. Karakter seorang Muslim terbentuk melalui pendidikan dan pengalaman hidup. Kepribadian seseorang disamping bermoral kapasitas fitrah bawaan sejak lahir dari warisan genetika orang tuanya, ia terbentuk melalui proses panjang riwayat hidupnya, proses internalisasi nilai pengetahuan dan pengalaman dalam dirinya. dalam perspektif ini, agama yang diterima dari pengetahuan maupun yang dihayati dari pengalaman ruhaniah, masuk ke dalam struktur kepribadian seseorang. orang yang menguasai ilmu agama atau ilmu akhlak (sebagai ilmu) tidak otomatis memiliki kepribadian yang tinggi, karena kepribadian bukan hanya aspek pengetahuan.

Obsesi membentuk manusia (sebagai individu) yang berkepribadian bisa dimiliki oleh orang tua terhadap anaknya, guru terhadap anak didiknya atau oleh seseorang yang memiliki perhatian khusus kepada orang-orang/anak-anak tertentu. Membangun kepribadian bukanlah pekerjaan yang sederhana. Ia membutuhkan situasi psikologis dan sugesti yang kondusif bagi internalisasi nilai.

85 % responden menyebutkan bahwa sikap berhubungan dengan mengapa kita mendapat pekerjaaan dan mengapa kita maju dalam pekerjaan. Cuma sayangnya belakangan ini kalau kita bicara tentang sikap, hampir bisa dipastikan bahwa yang kita bicarakan adalah sikap buruk seseorang.
   
Obrolan dikantin saat kami makan siang biasanya membahas teman atau atasan kami yang kami anggap punya sifat yang buruk. Kami menyebut obrolan santai dikantin tersebut sebagai rapat informal, sementara orang-orang yang merasa kami bicarakan menyebutnya sebagai “rapat gelap”. Apapun namanya kami semua tahu kalau obrolan dikantin itu menjadi suasa ajang curhat mereka yang kecewa dengan sikap buruk teman atau atasan.

Secara sufistik, bangun malam (qiyam-u 'l-layl), dawam al-wudlu, dzikir yang konsisten sangat efektif dalam membangun sikap kepribadian seseorang.

Sujud dikeheningan malam, mengadukan segala permasalahan saat malam memasuki ujung-ujungnya merupakan bentuk kenikmatan tersendiri. Betapa pada saat itu seseorang bebas tak terbatas mengadukan segala keluh kesah kepada Allah yang Maha Rahman.

Buat mereka yang belum mengenal akan nikmatnya berkeluh kesah secara personal pada Allah yang Maha Mendengar, dengan mudah menumpahkan keluh kesah dan juga rasa gundah gulana pada mereka-mereka yang dianggap sebagai kawan dan sahabat. Namun apa yang terjadi ? Tidak menutup kemungkinan yang terjadi kemudian kawan dan sahabat itu menyebarkan permasalahan bagaikan bulu-bulu tertiup angin kesegala penjuru. Memang ketika terjadi hal yang demikian kita tidak dapat menyalahkan siapa-siapa.

Dari hadits Rasulullah Saw kita dapat mengetahui bahwa Allah memproklamirkan diri pada sepertiga malam akan memberi ampun pada mereka yang tersungkur memohon ampunan-Nya, akan membukakan pintu-pintu rizqi bagi mereka yang mengais-ngais mengharap belas kasih-Nya, akan menunjukkan jalan keluar tak disangka bagi mereka yang nyaris terendam oleh masalah yang dihadapinya.   

Waminallaili fathajjad bihii naafilatan lak 'asaa ayyab'atsaka maqaamam mahmuda
"Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajjdulah kamu sebagai suatu iabadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan mu mengangkat kamu ketempat yang terpuji.

Dari sini dapat kita rasakan. Demi Allah Yang Maha Rahman. Betapa indahnya memiliki Allah, memiliki Tuhan yang Maha Memperhatikan. Pada saat yang sama terbangun sikap mental pada diri yang tidak mudah menghakimi sikap orang lain padanya, sebab yang dirasakannya adalah betapa tidak sepinya uluran kasih Allah Rabbul ‘Izzati padanya.

Nabi Muhammad Saw pernah memuji seorang sahabat, yang bernama Bilal, dengan menyebut pernah mendengar langkah-langkah terompah Bilal di surga. Saat ditanya, apa rahasianya ? Dengan rendah hati Bilal menjelaskan, boleh jadi hal itu karena ia senantiasa memelihara wudlunya bila wudlunya batal. Maka Bilal segera berwudlu kembali. Dan ia pun terkenal karena ketinggian budi pekerti dan perilakunya.

Kita kini faham, bahwa Bilal bukan cuma mendapatkan surga di akhirat dengan wudlunya itu. Namun juga surga dunia dalam bentuk kesehatan dirinya. Mengapa begitu ? Saudaraku.  Saat kita berwudlu utamanya dengan air yang tak berwarna tak berasa dan tak berbau. Sejatinya, kita tengah mengguyur tubuh kita dengan beragam manfaat yang luar biasa. Selain membersihkan diri dari berbagai kotoran, saat yang sama kita tengah menjaga kelembaban kulit. Apalagi bagi mereka yang bekerja diruang ber-AC. Gosokan dan pijatan saat wudlu pada wajah, tangan, kaki, kepala, dan juga telinga, akan memberi efek kesehatan karena melancarkan peredaran darah dan merangsang saraf tubuh kita.

Penelitian juga menunjukkan bahwa menghirup air pada waktu berwudlu, telah menurunkan angka kesakita infeksi hidung dan sinusitis secara bermakna. Khusus pada telinga, maka pada saat kita membersihkan daun telinga, dengan gerakan ibu jari, itu sama saja artinya dengan memijat lebih dari 30 titik akupunktur sekaligus, minimal 5 kali dalam sehari. Hal ini akan melancarkan chi dari berbagai organ tubuh yang tentu saja akan menyehatkan kita.

Saudaraku.  Masih banyak lagi manfaat wudlu yang menakjubkan dari perspektif ilmu kesehatan. Namun satu hal yang bisa saya yakinkan pada Anda. Dengan memelihara wudlu kita pun bisa menjadi seperti Bilal, meraih surga dunia dalam bentuk kesehatannya yang prima dan Insya Allah surga di akhirat kelak lewat anggota tubuh yang terjaga dan terpelihara dari perbuatan nista karena hakikat wudlu yang kita jaga.

Dzikir artinya mengingat (recollection). Adapun yang dimaksud di sini adalah mengingat Allah, Tuhan pencipta alam. Biasanya dzikir  dihubungkan dengan menyebut-nyebut nama Allah. Tetapi dalam artinya yang lebih umum, tindakan atau perbuatan apapun yang bisa mengingatkan kita kepada sang Pencipta adalah dzikir. Oleh karena itu, dalam arti ini, dzikir bisa mengambil bentuk menyebut-nyebut nama-nama tertentu Allah, Tadabbur, dalam arti mengeksplorasi ciptaan Tuhan, dan tafakkur, dalam arti merenungkan segala ciptaan, kebaikan dan keagungan Tuhan yang ditemukan di dalamnya, sejauh kegiatan-kegiatan tersebut bisa mengingatkan pelakunya kepada Allah. Jadi dalam arti yang umum dzikir adalah segala tindakan yang bisa mengingatkan kita kepada Tuhan.

Tetapi dalam arti tertentu, dzikir biasanya dipahami sebagai melafalkan ungkapan (formula) tertentu. Dan yang paling popular di antara formula-formula tersebut adalah kalimat laa ilaaha illallaah, yang artinya tidak Tuhan selain Allah. Dan ini tentunya disandarkan pada hadis Nabi yang mengatakan bahwa “seutama utamanya dzikir adalah laa ilaaha illallaah.

Seperti yang telah menjadi jamak pada kita semua bahwa fungsi dzikir adalah mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallaah). Dan dzikir memang dapat melakukan fungsi tersebut dengan baik. Betapa tidak, dalam keadaan betul-betul khusyuk, ungkapan “laa ilaaha” bisa berarti penafian terhadap segala apapun yang kita idolakan, yang menjadi obesesi kita selain Allah. Yang dimaksud disini adalah berhala-berhala diri seperti ego kita, kekayaan, kedudukan juga wanita, dan lain-lain. Penafian ini penting, mengingat diri kita ini telah memiliki begitu banyak belenggu atau pemikat yang bersifat duniawi. Belenggu-belenggu itu telah lama membebani mental kita, sehingga sering menjadi sumber stress, dan tentunya penghalang yang paling efektif untuk menjauhan diri kita dari Tuhan. Dengan menyebut “laa ilaaha” secara konsisten, maka semua belenggu itu kita lepaskan satu persatu, dan dengan lepasnya semua belenggu tersebut, maka kita akan mulai mengadakan “kontak” dengan Tuhan, sumber segala yang ada.

Dzikir  yang dilakukan dengan konsisten, baik dan khusyuk akan dapat mengobati “mental disorder” atau kerancuan mental dan stress manusia. Dengan dzikir yang demikian kita akan mempu melepaskan satu per satu, setahap demi setahap belenggu-belenggu yang selalu membebani mental kita. Kalau ini berhasil kita lakukan, maka ia akan bisa mengurangi beban mental kita secara cukup berarti. Dengan berkurangnya beban kita, setelah melakukan dzikir, maka keadaan jiwa kita akan lebih ringan dan seimbang. Dan ketika keseimbangan telah terbangun maka pada saat yang sama terbangun pula sikap mental positif dalam diri kita.     

Ladies & Gentlement. Dimanapun posisi kita, apapun profesi kita; professional, artis, businismen, bankers, entrepreneur, insurance, propherty agent, networkers; para bos lebih suka mempromosikan anak buahnya yang punya sikap yang baik. Publik lebih bersimpati pada para pemimpin atau pejabat yang mempunyai sikap yang baik. Jadi, sekarang tak perlu ditunda-tunda lagi untuk mengembangkan sikap diri yang baik dengan bangun malam (qiyam-u 'l-layl), dawam al-wudlu dan dzikir yang konsisten.
    

comment 0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan beri komentar dan komentarnya jangan bernada spam ya.

 
© 2010 SUFI UNDERGROUND powered by Blogger
Template by Fresh Blogger Templates | Blogger Tutorial | Re-Designed by: X-Lab Project